tiang

TIANG KAYU

TIANG KAYU

Gambaran Umum Tiang Kayu Industri
Tiang kayu banyak digunakan di berbagai negara, karena strukturnya yang kompleks dan relatif mudah diaplikasikan. Biasanya, tiang kayu yang digunakan dalam konstruksi komersial gergajian atau kayu laminasi. Sering disebut sebagai sebuah balok sistem rangka, tiang ini biasanya ditempatkan 12-20 ft (3,66-6,10 m) pada pusat dengan kayu. Sistem lain yang menggunakan tiang kayu termasuk lengkungan terikat, bingkai portal, dan lengkungan kaku.
Beberapa konfigurasi tiang kayu yang berat umumnya digunakan pada konstruksi berat. Konstruksi rangka kayu dibuat dengan menggabungkan kompresi kayu berat dengan batang baja atau kabel secara vertikal sehingga menimbulkan ketegangan.
Meskipun paling sering dikaitkan dengan konstruksi bangunan, kayu yang berat efektif digunakan dalam konstruksi jembatan kayu. Dengan jarak yang relatif luas dalam sistem rangka kayu berat, tiang masing-masing dianggap sebagai elemen struktur primer dengan sedikit beban antara tiang. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tiang adalah efek durasi beban, kadar air, dan ukuran pada kekuatan utamanya. Hasil tersebut akan menunjukkan banyaknya tegangan yang bekerja pada tiang tersebut. Konsekuensi dari kurangnya informasi kualitatif oleh desainer rangka awal akan mengakibatkan turunnya kemampuan tiang dalam menahan beban.
Dalam banyak kasus sulit untuk mengidentifikasi penyebab sesungguhnya dari marabahaya, karena mungkin berkaitan dengan perubahan kadar air dan penyusutan yang selanjutnya berdampak terhadap tekanan, beban yang berlebihan disebabkan oleh sejumlah faktor lingkungan, perubahan penggunaan bangunan, fabrikasi yang tidak benar, lama- jangka waktu efek beban, suhu tinggi dapat terjadi di ruang loteng, atau faktor lain dengan akan mempengaruhi kapasitas beban pikul.
Waktu, pengalaman, dan studi yang cukup telah dikombinasikan untuk memberikan pengetahuan yang lebih luas dari kegagalan mekanisme yang terlibat dalam tiang kayu berat, sehingga memungkinkan desainer untuk menganalisis struktur sistem ini lebih efektif. Selain menggunakan bentuk-bentuk tradisional tiang kayu yang berat, desainer menggabungkan pengetahuan peningkatan kinerja komponen rangka individu dengan teknologi komputer.
Pengenalan konektor pelat logam dengan gigi yang tidak terpisahkan sebagai perangkat koneksi untuk tiang kayu dikombinasikan dengan teknologi manufaktur yang mampu memproduksi berkesinambungan menggunakan sendi struktural akhir telah menyebabkan filosofi desain baru dalam tiang kayu. Tiang kayu ringan dipasang relatif dekat pada pusat sehingga beban pikul lebih ringan Pada dasarnya, koneksi ini melibatkan penggunaan dua lempeng logam konektor yang diinstal oleh fisik yang menekan tiang ke dalam sisi berlawanan dari rangka bersama sehingga efektif mentransfer beban dari satu anggota ke yang lain berdasarkan nilai yang diijinkan per inci persegi dari pelat.

Pembebanan pada Tiang
Dalam tiang kayu, beban diaplikasikan dengan berbagai macam cara dengan penyebaran pembebanan yang berbeda.
Beban mati
Beban mati dikenakan pada bagian struktural adalah berat untuk semua bahan komponen bangunan dalam perakitan struktural yang didukung oleh bagian strukturalnya. Satuan yang umum digunakan dalam pembebanan inia adalah pons per kaki persegi (newton per meter kuadrat). Contoh pembebanannya seperti: dinding atap dan lantai.
Beban hidup
Beban hidup dikenakan pada suatu objek struktural selama periode pembebanan tertentu. Dalam beberapa aplikasi, tiang lantai kayu memiliki pembebanan yang tidak seragam pada satu titik tertentu saja.
Beban salju
Beban salju adalah beban yang terjadi pada atap bangunan, yang diberikan beban diatasnya. Artinya, pembebanannya tidak menentu tergantung kondisi lingkungan sekitar. Beban salju yang menimpa atap kayu, yang akan memberikan tekanan atau tegangan pada tiang kayu bangunan.

Beban Angin
Pembebanan ini terjadi pada lingkungan eksternal, yang ditimbulkan oleh angin. Angin akan memberikan tekanan pada atas atap sehingga menimbulkan tekanan pada tiang. Selain tekanan yang ditimbulkan pada bagian atas, angin juga memberikan pembebanan dari bagian samping tiang kayu.
Beban seismik
Tegangan seismik terjadi akibat tekanan secara horizontal maupun vertikal yang diaplikasikan pada lantai atau atap di atas bidang dasar. Pembebanan secara horizontal akan memberikan efek terhadap pembebanan maksimum.
Beban ereksi
Beban ereksi timbul dari pembebanan yang terjadi pada bagian tiang yang pembebanannya selalu meningkat bobtnya.
Beban kolam
Desain pada pembebanan ini berada pada lantai atau lantai atap. Pembebanannya terjadi akibat curahan air hujan. Permukaan atap yang lebar akan memberikan pembebanan pada atap yang lebih ringan dibandingkan pada permukaan atap yang sempit, karena curahan hujan terbagi pada tiap bagian atap, sehingga pembebanan pada tiang juga menjadi cukup kecil nilainya.
Beban lainnya
Umumnya pembebanan ini, merupakan pembebanan yang sifatnya mekanis. Contoh pembebanan pada lantai yang dibebani beban diatasnya.
Lamanya pembebanan
Lama pembebanan yang normal biasanya sekitar 10 tahun, yang biasanya terjadi pada aplikasi lantai. Pada tiang atap akan meningkat 15% untuk pembebanan salju, 25% pembebanan tanpa beban salju, dan 60% pada pembebanan seismik.

Pertimbangan Ekonomi pada Sistem Tiang Kayu
Sistem bobot kayu tiang
Ada 2 variabel yang memiliki pengaruh primer pada pembiayaan bobot kayu pada aplikasi tiang. Pertama, rancangan arsitektur, dan kedua adalah efisiensi struktur yang digunakan.
Sistem Tiang Kayu Ringan
Beberapa desain primer yang menjadi parameter evaluasi dengan interaksi efisiensi struktural dan pembiayaan pada sistem tiang yang menggunakan kayu ringan adalah:

1.
Desain pembebanan dan kerusakan pada tiang
2.
Tekanan maksimum yang diinginkan pada tiang kayu
3.
Jarak maksimum pada tiang kayu
4.
Kedalaman tiang kayu
5.
Lokasi elemen pembebanan tiang kayu
6.
Sistem rute mekanis tiang yang mendukung struktur
7.
Pertimbangan fondasi dan dinding pendukung
8.
Unit mekanika

Kebakaran dan Keselamatan pada Bangunan
Tipe konstruksi
Pada umumnya bangunan di Amerika Utara menggunakan tiga tipe tiang pada bangunannya seperti penggunaan kayu berat, biasa dan rangka konstruksi. Ukuran bagian minimum yang diperlukan, konstruksi kayu berat diasumsikan memiliki daya tahan api sesuai dengan tingkat hunian, luas bangunan, dan lain-lain.
Kebakaran dan pengendaliannya
Ketika api mulai padam, ruang tiang yang terletak kayu struktural dan konstruksi langit-langit dapat bertindak sebagai cerobong horizontal yang mengeluarkan api dan asap akibat kebakaran.
Sistem pemadaman dan desain kayu tiang
Efek struktural dari sistem penyemprotan sering tidak teratasi. Sistem tata letak akhir penyemprotan harus disesuaikan pada saat desain struktural. Namun, tata letak awal dan ukuran garis maksimum biasanya dapat diperoleh dengan tegangan yang sesuai yang disediakan dalam desain rangka kayu sehingga proses pemadamannya lebih baik.

Perlakuan penggunaan bahan anti api pada tiang kayu
Penggunaan bahan ini sangat penting digunakan guna menghindari kebakaran pada bangunan. Beberapa bahan anti api memiliki batasan penggunaan sesuai dengan tipe konstruksinya. Anti api sangat signifikan mereduksi kekuatan anatomi kayu, yang disebabkan proses ikatan kimia yang terjadi dari bahan anti api tersebut.

Penampilan Sistem Atap dan Lantai Tiang
Ketahanan terhadap beban
Pada umumnya, sistem yang relatif sangat berhubungan dengan jarak antar tiang, yaitu sekitar 24 inci (60 cm) sebagai penggunaannya, yang lebih efektif pada beban yang sifatnya dapat berpindah. Dengan adanya sistem jarak ini maka beban yang membenani tiang tidak berfokus pada satu titik pembebanan melainkan menyebar pada tiap bagian tiang pembeban dan sepanjang jaraknya.
Ketahanan terhadap kerusakan jangka pendek dan panjang
Defleksi adalah jumlah kerusakn yang timbul pada bagian tiang yang mempengaruhi kekuatannya. Biasanya, tiang kayu menunjukkan tanda kerusakan dengan mengeluarkan bunyi creep pada saat hendak patah. Ini merupakan dampak jangka panjang pada tiang akibat pembebanan maksimum. Namun, dalam jangka waktu yang relatif pendek hal ini hanya menimbulkan cekungan pada atap atau lantai tiang kayu.

Persyaratan Sistem Tambahan pada Atap dan Lantai Tiang Kayu
Adapun persyaratan tambahan pada atap dan lantai tiang kayu tersebut, meliputi:

1.
Persyaratan bantalan pelabuhan
2.
Pertimbangan lateral
3.
Jembatan dan kekuatan

Analisis dan Desain pada Tiang Kayu
Desain standar
Berikut tipe rasio jarak kedalaman pada tiang kayu.
Tipe

Rentang rasio kedalaman (kaki)
Ringan
Kayu busur
Dual pitched
Parallel chord

10 sampai 20
6 sampai 8
5 sampai 6
8 sampai 10
Tipe jarak dan karakteristiknya
Tipe jarak pada tiangh mulai dari 15 sampai 50 kaki dengan spasi dari 12 sampai 48 inci pada pusatnya. Tiang kayu berat termasuk kayu solid gergajian, komposit struktural atau glulam memiliki jarak 150 kaki pada aplikasi bangunan. Pada bangunan umumnya jarak mulai dari 10 sampai 25 kali dari pusatnya.

Read more: http://juliusthh07.blogspot.com/2010/11/tiang-kayu.html#ixzz153f0bAlJ

PayBox

PayBox.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.